Bermudamall.com – Sahroni Desak Polisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak pihak kepolisian untuk memberantas praktik premanisme secara menyeluruh di tengah masyarakat. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku tingkat bawah di lapangan, tetapi juga mengusut tuntas dalang utama di baliknya. Sahroni menilai langkah tegas dan proaktif ini sangat krusial untuk mengembalikan rasa aman dan memelihara ketertiban bagi warga sipil sehari-hari.
Baca juga : Klarifikasi Okin Soal Jual Rumah Anak dan Nafkah dari Rachel
Pentingnya Memutus Mata Rantai hingga ke Hulu
Lebih lanjut, Sahroni menegaskan bahwa polisi harus berani memutus mata rantai jaringan kejahatan ini hingga mencapai hulunya. Kepolisian tidak boleh pandang bulu dalam menindak oknum penyokong yang sering kali menjadi pelindung atau beking di belakang aksi para preman tersebut. Ia menyarankan kepolisian untuk menjadikan evaluasi rutin dan patroli intensif di berbagai wilayah rawan sebagai prioritas utama pengamanan. Melalui langkah membongkar struktur jaringan premanisme secara tuntas, kepolisian dapat mencegah munculnya kelompok kriminal baru pada masa depan.
Sahroni Desak Polisi Tragedi Pengeroyokan di Purwakarta Menjadi Sorotan Utama
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melontarkan desakan keras kepada kepolisian setelah insiden tragis terjadi di Kabupaten Purwakarta awal April 2026. Sekelompok preman kampung mengeroyok seorang ayah hingga tewas saat ia melangsungkan acara pernikahan anaknya. Para pelaku melancarkan aksi brutal tersebut karena panitia acara menolak memberikan uang pungutan liar sesuai tuntutan mereka. Sahroni menilai kejadian memilukan ini membuktikan bahwa praktik premanisme masih mengancam keselamatan masyarakat secara langsung. Ia meminta aparat penegak hukum segera merespons kasus ini melalui operasi pemberantasan preman secara masif.
Kepolisian Harus Mengusut Tuntas Jaringan Pungutan Liar
Menanggapi hilangnya nyawa warga sipil tersebut, Sahroni menegaskan bahwa kepolisian tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Polisi harus menyelidiki kasus ini lebih dalam guna menemukan pihak yang mengorganisasi aksi pemerasan tersebut. Ia mengingatkan aparat bahwa penangkapan preman kelas bawah tidak akan pernah memberikan efek jera secara permanen. Oleh karena itu, Sahroni mendorong polisi membongkar seluruh jaringan premanisme, termasuk menindak tegas oknum yang melindungi aksi kriminal mereka. Langkah strategis ini sangat kepolisian perlukan untuk menjamin perlindungan masyarakat dari ancaman pemerasan dan kekerasan pada masa depan.
Baca juga : Kisah Loh Kean Yew: Juara Dunia yang Pernah Jadi Kopral SAF




