Indra Sjafri Tegaskan Upaya Serius PSSI untuk Datangkan Marselino, Adrian, dan Geypens
PSSI masih berupaya keras agar tiga pemain abroad — Marselino Ferdinan, Adrian Wibowo, dan Tim Geypens — bisa membela Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2025 Thailand.
Hal ini disampaikan langsung oleh pelatih kepala Indra Sjafri saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2025), menjelang laga uji coba melawan Timnas Mali U-23 pada Sabtu (15/11/2025).
Tim Garuda Muda kini tengah menjalani pemusatan latihan tahap kedua (TC) sebagai persiapan menghadapi pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut. Indra memanggil 30 pemain, termasuk tiga pemain luar negeri yang sudah bergabung, yakni Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, dan Dion Markx. Namun, sang pelatih berharap tambahan amunisi dari luar negeri bisa memperkuat timnya.
Baca Juga : “Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025 Usai Cetak Gol Spektakuler“
PSSI Lakukan Lobi ke Klub Luar Negeri
Menurut Indra, federasi dan tim pelatih sedang menunggu hasil lobi intensif yang dilakukan PSSI kepada klub luar negeri, seperti AS Trencin (Slovakia), Los Angeles FC (Amerika Serikat), dan FC Emmen (Belanda).
Ketiga klub tersebut menaungi pemain yang menjadi incaran PSSI untuk bergabung dalam skuad Timnas U-23 SEA Games 2025.
“Dari 30 pemain yang sudah dipanggil, hampir semua sudah menjalani serangkaian tes untuk menentukan siapa saja yang akan dibawa ke SEA Games,” ujar Indra Sjafri.
Ia menambahkan, PSSI masih terus mengupayakan izin bagi beberapa pemain abroad, termasuk Marselino, Adrian Wibowo, dan Tim Geypens, untuk bisa memperkuat tim nasional.
Tantangan Besar: SEA Games Tak Masuk Kalender FIFA
Kendala utama yang dihadapi adalah fakta bahwa SEA Games 2025 tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Artinya, klub tidak berkewajiban melepas pemainnya.
Indra mengakui hal tersebut menjadi tantangan besar, namun ia tetap optimistis PSSI dapat meyakinkan pihak klub.
“PSSI terus berusaha melakukan lobi-lobi agar pemain abroad bisa dilepas. Kami berharap hasilnya positif,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari klub akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan tim nasional, terutama dalam mempertahankan medali emas SEA Games yang diraih di Kamboja pada tahun 2023.
Harapan Besar dari Pemain Abroad
Kehadiran pemain yang berkarier di luar negeri dinilai dapat membawa dampak signifikan terhadap permainan tim.
Menurut Indra, pengalaman bermain di kompetisi Eropa dan Amerika akan memberi warna baru dan meningkatkan kualitas permainan skuad Garuda Muda.
“Kalau PSSI bisa meyakinkan klub-klub itu, tentu secara teknis akan sangat membantu. Namun, kami tetap menyiapkan plan A dan plan B,” ujarnya.
Pelatih asal Sumatra Barat itu menegaskan bahwa ia sudah menyiapkan berbagai skenario komposisi pemain, tergantung hasil akhir dari negosiasi yang sedang berjalan.
Target Pertahankan Medali Emas di SEA Games 2025
Timnas Indonesia U-23 memikul beban berat untuk mempertahankan medali emas yang diraih di SEA Games Kamboja 2023.
Dengan persaingan yang semakin ketat dan lawan-lawan seperti Thailand dan Vietnam yang juga melakukan persiapan matang, tambahan tenaga pemain abroad bisa menjadi faktor pembeda.
Indra menekankan pentingnya keseimbangan antara pemain lokal dan pemain luar negeri. “Kita ingin menampilkan tim terbaik, bukan hanya nama besar. Semua akan dinilai berdasarkan kebutuhan taktik dan kontribusi untuk tim,” jelasnya.
TC Tahap Kedua Jadi Fondasi Persiapan
Pemusatan latihan tahap kedua yang berlangsung di Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan memahami karakter permainan masing-masing pemain.
Selain latihan fisik dan taktik, tim pelatih juga fokus pada aspek mental dan disiplin pemain.
“Tes yang dilakukan bukan hanya fisik, tapi juga psikologis dan taktik. Kami ingin memastikan pemain yang dibawa benar-benar siap,” tutur Indra.
Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi dari TC tahap kedua akan menjadi dasar untuk menentukan 23 pemain terbaik yang akan dibawa ke Thailand.
Laga Uji Coba Lawan Mali Jadi Ujian Serius
Sebagai bagian dari persiapan, Timnas U-23 akan menjalani dua laga uji coba melawan Mali pada 15 dan 18 November 2025 di Stadion Pakansari, Bogor.
Laga ini akan menjadi ajang evaluasi dan simulasi formasi sebelum tim menghadapi lawan-lawan kuat di SEA Games.
Indra berharap laga tersebut dapat memberikan gambaran nyata tentang kesiapan pemain dan kemampuan tim dalam menghadapi tekanan pertandingan internasional.
“Uji coba melawan Mali akan menjadi parameter penting. Kami ingin melihat sejauh mana progres para pemain,” ujarnya.
SEA Games 2025 Thailand Jadi Tantangan Baru
Ajang SEA Games 2025 akan diselenggarakan di Thailand pada 9–20 Desember 2025, sementara cabang olahraga sepak bola akan dimulai lebih awal, yakni pada 3–18 Desember 2025.
Turnamen ini menjadi panggung penting bagi regenerasi pemain muda Indonesia, yang diharapkan dapat terus membawa prestasi di tingkat regional maupun internasional.
Dengan kondisi tersebut, keberhasilan PSSI dalam melobi klub luar negeri untuk melepas pemain abroad akan menjadi kunci penting bagi kekuatan Garuda Muda.
Apabila upaya tersebut berhasil, Timnas U-23 berpeluang besar mempertahankan supremasi di kawasan Asia Tenggara.
Kesimpulan: PSSI Optimistis, Timnas U-23 Siap Hadapi Tantangan
Meski menghadapi berbagai tantangan administratif dan teknis, PSSI dan tim pelatih tetap menunjukkan komitmen kuat untuk membentuk tim terbaik menuju SEA Games 2025.
Indra Sjafri menegaskan bahwa timnya akan siap dengan segala kemungkinan, baik dengan maupun tanpa kehadiran pemain abroad tambahan.
“Apapun hasilnya nanti, kami akan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih,” pungkas Indra.
Baca Juga : “Duel Ambisi Generasi Muda: Timnas Indonesia U-22 vs Mali U-22 di Pakansari“




