Tekanan Trump terhadap Microsoft
bermudamall.com – Presiden AS Donald Trump mendesak Microsoft memecat Lisa Monaco. Ia menyebut eksekutif itu berisiko bagi keamanan nasional.
Seruan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social dengan 10 juta pengikut. Postingan itu muncul sehari setelah mantan Direktur FBI James Comey didakwa.
Latar Belakang Lisa Monaco
Karier Sebelumnya di Pemerintahan
Lisa Monaco pernah menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Presiden Joe Biden. Ia juga dikenal dekat dengan lingkaran pemerintahan Demokrat.
Trump menilai posisi Monaco di Microsoft berbahaya karena perusahaan memiliki kontrak besar dengan pemerintah AS.
Baca Juga : “Purbaya Awasi Anggaran Makan Bergizi Gratis, Siap Potong“
Posisi Baru di Microsoft
Monaco bergabung dengan Microsoft pada Juli lalu. Informasi ini diketahui dari profil LinkedIn resminya.
Penunjukan ini kembali mencuat setelah pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, menyinggungnya di platform X.
Tuduhan Ancaman Keamanan
Trump menegaskan pemerintah AS sudah mencabut izin keamanan Monaco. Ia tidak lagi dapat mengakses intelijen nasional.
Selain itu, Monaco dilarang masuk properti federal. Menurut Trump, hal ini membuktikan ada masalah serius.
Microsoft dan Kontrak Pemerintah
Peran Microsoft dalam Infrastruktur Cloud
Microsoft merupakan penyedia layanan cloud dan perangkat lunak produktivitas bagi banyak lembaga pemerintah AS.
Awal September, perusahaan sepakat memberi potongan layanan cloud senilai USD 3,1 miliar untuk instansi pemerintah.
Sorotan terhadap Layanan di Israel
Microsoft juga mendapat perhatian publik setelah menghentikan layanan cloud untuk unit militer Israel.
Langkah ini diambil setelah muncul dugaan penggunaan teknologi untuk melacak panggilan telepon warga Palestina.
Reaksi Microsoft
Microsoft menolak berkomentar atas pernyataan Trump. Hingga kini, perusahaan masih menjaga sikap tertutup terkait tuntutan pemecatan Monaco.
Konteks Politik Lebih Luas
Hubungan Trump dengan Netanyahu
Trump dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin mendatang. Pertemuan ini akan menarik perhatian publik internasional.
Keterlibatan CEO Microsoft
CEO Satya Nadella baru-baru ini menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih. Acara itu mempertemukan para pemimpin teknologi dengan pemerintahan AS.
Analisis dan Implikasi
Seruan Trump menambah ketegangan politik antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan tokoh keamanan nasional.
Tekanan terhadap Microsoft bisa memengaruhi citra perusahaan di mata investor dan mitra pemerintah.
Kesimpulan
Trump menilai keberadaan Lisa Monaco di Microsoft mengancam keamanan nasional AS.
Microsoft kini berada dalam posisi sulit, harus menjaga kontrak strategis sambil menghadapi tekanan politik besar.
Baca Juga : “Netanyahu Kecam Pemimpin Pengaku Negara Palestina“




