bermudamall.com – BRICS kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab negara maju dalam menghadapi dampak perubahan iklim global. Para peserta menilai negara maju memiliki peran besar dalam mempercepat penurunan emisi dan mendukung negara berkembang.
Mereka juga meminta negara maju memenuhi komitmen pendanaan iklim yang telah disepakati dalam berbagai forum internasional. Pendanaan tersebut dinilai penting untuk membantu negara berkembang menjalankan program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Negara anggota BRICS menekankan bahwa krisis iklim membutuhkan kerja sama yang adil dan berkelanjutan.Mereka menilai beban penanganan perubahan iklim tidak boleh hanya ditanggung negara berkembang.Negara maju memiliki kapasitas teknologi, keuangan, dan industri yang lebih kuat untuk mendukung transisi energi global.
Baca Juga : Feri Terbalik di Danau Kariba 94 Orang Tewas
BRICS juga mendorong peningkatan transfer teknologi ramah lingkungan kepada negara yang masih membutuhkan dukungan.Langkah tersebut dapat membantu mempercepat pengembangan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Forum itu turut membahas pentingnya prinsip tanggung jawab bersama dengan kapasitas yang berbeda antarnegara.Prinsip tersebut menekankan bahwa setiap negara perlu berkontribusi sesuai kemampuan dan sejarah emisinya.
Negara berkembang meminta kebijakan iklim global tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dan upaya pengentasan kemiskinan.Mereka juga mendorong sistem pembiayaan yang lebih mudah diakses untuk proyek energi bersih dan ketahanan iklim.
BRICS Tekankan Pendanaan dan Teknologi untuk Negara Berkembang
BRICS menilai pendanaan iklim harus menjadi bagian utama dalam kerja sama internasional menghadapi perubahan iklim. Negara berkembang membutuhkan dukungan besar untuk membangun energi bersih, memperkuat infrastruktur, dan menghadapi bencana akibat perubahan cuaca.
Tanpa dukungan memadai, banyak negara akan kesulitan mencapai target pengurangan emisi dalam waktu yang telah ditentukan. BRICS mendorong negara maju memperluas akses terhadap pembiayaan yang terjangkau dan tidak membebani perekonomian negara berkembang.
Kelompok tersebut juga menyoroti pentingnya transfer teknologi untuk mempercepat penggunaan energi rendah karbon di berbagai sektor. Teknologi energi terbarukan dapat membantu negara berkembang mengurangi emisi tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan nasional.
Baca Juga : Iran Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi MoU
Selain itu, BRICS meminta sistem keuangan internasional memberikan ruang lebih besar bagi proyek adaptasi perubahan iklim. Program adaptasi diperlukan untuk melindungi masyarakat dari banjir, kekeringan, gelombang panas, dan cuaca ekstrem lainnya.
Sektor pertanian juga membutuhkan investasi agar petani mampu menghadapi perubahan pola hujan dan kenaikan suhu. BRICS menilai ketahanan pangan harus menjadi bagian penting dari agenda perubahan iklim global. Negara anggota juga mendorong penguatan sistem peringatan dini untuk mengurangi korban akibat bencana hidrometeorologi.
Kerja sama penelitian dinilai dapat membantu negara menemukan solusi sesuai kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah. BRICS turut menegaskan bahwa transisi energi harus berlangsung secara adil bagi pekerja dan masyarakat.
Pemerintah perlu memastikan perubahan menuju energi bersih tidak menciptakan kesenjangan sosial maupun kehilangan pekerjaan secara besar-besaran. Karena itu, program pelatihan dan penciptaan lapangan kerja baru perlu berjalan bersamaan dengan kebijakan pengurangan emisi.
BRICS berharap negara maju menunjukkan kepemimpinan melalui pendanaan, teknologi, dan pengurangan emisi yang lebih ambisius. Langkah nyata tersebut dapat memperkuat kepercayaan antara negara maju dan berkembang dalam menghadapi perubahan iklim. Kerja sama yang konsisten juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi global.



