IHSG 29 September 2025 Ditutup Menguat di Level 8.123
bermudamall.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada perdagangan Senin, 29 September 2025. Indeks sempat menanjak di sesi pertama, namun kenaikannya tertahan pada sesi kedua. IHSG akhirnya ditutup naik 0,30% ke level 8.123,24 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp24,1 triliun.
Baca Juga : “Hasil Sassuolo vs Udinese: Jay Idzes Menang 3-1“
Pergerakan IHSG Sepanjang Perdagangan
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di level 8.157,33. Sementara itu, posisi terendah berada di 8.100. Dari total 798 saham yang diperdagangkan, 392 saham menguat, 289 melemah, dan 117 stagnan. Aktivitas pasar tercatat cukup aktif dengan 2,66 juta kali transaksi dan volume perdagangan mencapai 50,5 miliar saham.
Di sisi lain, indeks LQ45 justru melemah tipis 0,02% ke level 802,44. Kondisi ini menunjukkan pergerakan indeks acuan masih bervariasi meskipun IHSG menguat secara umum.
Kinerja Sektor Saham Beragam
Kenaikan IHSG didorong penguatan pada sejumlah sektor saham. Sektor basic materials mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 4,53%. Disusul sektor infrastruktur yang naik 1,11% dan sektor consumer cyclical yang tumbuh 1%. Sektor keuangan juga menguat 0,77% dan kesehatan naik 0,42%.
Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Sektor teknologi terpangkas 2,74% dan menjadi yang paling tertekan. Sektor industri turun 0,39%, sektor energi melemah 0,23%, dan consumer non-cyclical turun 0,16%.
Gerak Saham Pilihan pada Perdagangan Hari Ini
BBYB Menguat
Saham Bank Neo Commerce (BBYB) ditutup naik 2,42% ke level Rp338 per saham. Saham ini bergerak di rentang Rp326–Rp344 per saham dengan frekuensi transaksi mencapai 6.470 kali. Kenaikan harga saham BBYB turut memberi kontribusi positif terhadap IHSG.
Saham FORE Melemah
Saham Forest Digital (FORE) justru melemah 0,97% ke Rp510 per saham. Sepanjang perdagangan, FORE bergerak di kisaran Rp505–Rp520 per saham dengan nilai transaksi Rp1,5 miliar. Pergerakan negatif saham ini menjadi salah satu penekan di sektor teknologi.
INKP Stabil dengan Kenaikan Tipis
Saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menguat tipis 0,33% ke Rp7.500 per saham. Saham INKP diperdagangkan di rentang Rp7.275–Rp7.625 dengan volume mencapai 93.826 saham. Nilai transaksi tercatat Rp69,8 miliar, cukup solid untuk menopang sektor industri kertas.
Faktor Sentimen yang Menggerakkan IHSG
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa optimisme pasar didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Inflasi Amerika Serikat yang masih sesuai perkiraan menambah kepercayaan investor. Ekspektasi ini juga memicu kenaikan harga emas ke level tertinggi baru. Dampaknya, saham-saham terkait komoditas emas ikut menguat.
Penguatan Rupiah dan Pelemahan Dolar AS
Selain faktor eksternal, penguatan kurs rupiah juga menjadi penopang IHSG. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.669 per dolar. Sementara itu, indeks dolar AS melemah karena ekspektasi kebijakan dovish The Fed dan potensi government shutdown di AS.
Data Ekonomi Domestik Jadi Sorotan
Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi dalam negeri. Data inflasi September 2025, PMI Manufaktur, dan neraca perdagangan Agustus 2025 diperkirakan memberi arah baru bagi pasar. Dari eksternal, rilis data ketenagakerjaan AS akan menjadi penentu kebijakan moneter selanjutnya.
Prospek IHSG dalam Waktu Dekat
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, prospek IHSG diperkirakan masih stabil dalam jangka pendek. Potensi penguatan akan tetap terbuka jika ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed terealisasi. Namun, volatilitas masih mungkin terjadi mengingat adanya tekanan dari sektor teknologi dan energi.
Investor disarankan tetap mencermati rilis data ekonomi dan pergerakan kurs rupiah. Strategi diversifikasi portofolio pada sektor-sektor defensif dan komoditas dapat menjadi pilihan untuk mengantisipasi fluktuasi pasar.
Baca Juga : “Ketua MPR: Prabowo Bawa Angin Segar ke Timur Tengah“




